Keberlangsungan pertanian dihadapi ancaman lahan hilang yang semakin memburuk. Menurut Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia kehilangan lebih dari 1 juta hektar lahan pada tahun 2020 saja.
Ancaman Lahan Hilang
Cause Lahan Hilang
Beberapa penyebab utama lahan hilang di Indonesia adalah:
- Perubahan land use untuk kegiatan lain seperti perumahan dan industri.
- Kemerosotan lahan pertanian akibat deforestasi dan degradasi lingkungan.
- Peningkatan permintaan lahan untuk produksi makanan dengan meningkatnya populasi penduduk.
Contohnya, lahan yang sebelumnya digunakan sebagai sawah dapat diubah menjadi perumahan atau industri. Hal ini tidak hanya menghilangkan sumber daya alam, tetapi juga merusak ekosistem yang terkait dengan pertanian.
Dampak Lahan Hilang
Beberapa dampak lahan hilang di Indonesia antara lain:
- Meningkatnya harga makanan karena persaingan daya saing lahan terbatas.
- Peningkatan biaya produksi pertanian karena perlu membeli lahan tambahan untuk menyesuaikan dengan permintaan.
- Merusak ekosistem dan sumber daya alam yang terkait dengan pertanian.
Menurut Dr. Ir. Sudjianto, MSc dari Universitas Gadjah Mada, “Lahan hilang di Indonesia tidak hanya menyangkut lahan pertanian, tetapi juga keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada pertanian.”
Solusi Lahan Hilang
Beberapa solusi untuk mengatasi lahan hilang di Indonesia adalah:
- Meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dengan menggunakan teknologi dan metode pertanian yang lebih modern.
- Mengembangkan program pembersihan lahan yang efektif dan efisien untuk mengurangi lahan hilang.
- Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan lingkungan dan penggunaan lahan dengan bijak.
Perlu diingat bahwa solusi tersebut tidak dapat diterapkan sendirian, tetapi harus dikombinasikan dengan upaya pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi lahan hilang di Indonesia.