Dampak Hutan Hirukpun Kabur: Lahan Kehilangan dan Longsor di Wilayah Terdampak

Dampak Hutan Hirukpun Kabur: Lahan Kehilangan dan Longsor di Wilayah Terdampak

Hutan hirukpun kabur di mata kita, tapi dampaknya sangat nyata. Lahan kehilangan dan longsor adalah dua dari dampak yang paling umum terjadi akibat erosi tanah atau perubahan iklim. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang dampak-dampak hutan kabur di Indonesia dan bagaimana itu mempengaruhi lingkungan sekitar.

Dampak Lahan Kehilangan

Lahan kehilangan adalah proses alami yang terjadi ketika tanah mengalir ke sungai atau laut. Dengan meningkatnya suhu dan curah hujan, tanah menjadi lebih berlumpur dan mudah diangkut oleh air. Hal ini bisa menyebabkan lahan pertanian menjadi tidak stabil, sehingga penduduk setempat yang mengandalkannya sebagai sumber pangan jadi sulit.

Contoh dari dampak lainnya adalah ketika tanah yang stabil dan subur dijadikan tempat pembangunan. Tanpa mempertimbangkan faktor-faktor alam, pembangunan bisa menyebabkan lahan kehilangan dan longsor, seperti yang terjadi di daerah-daerah yang memiliki tanjakan yang tidak rapi.

Contoh Lahan Kehilangan di Indonesia

  • Pertambangan: Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan produksi pertambangan di Indonesia menyebabkan lahan kehilangan menjadi masalah besar. Tanah yang digunakan untuk kegiatan tambang sering kali tidak dipelihara dengan baik, sehingga akhirnya mengalir ke sungai dan laut.
  • Pertanian: Juga terjadi lahan kehilangan di daerah pertanian. Ketika tanaman tidak ditanam dengan baik atau tidak dilindungi dari erosi, maka tanah akan berlumpur dan mengalir ke sungai.

Dampak Longsor

Longsor adalah fenomena alam yang terjadi ketika tanah menjadi tidak stabil dan mengejar sendiri. Dengan meningkatnya suhu dan curah hujan, tanah menjadi lebih berlumpur dan mudah diangkut oleh air.

Contoh dari dampak longsor adalah pada tahun 2011 di daerah Bengawan Solo. Rendamanya menyebabkan laju sungai meningkat drastis sehingga longsor terjadi yang mengakibatkan banyak rumah rusak dan beberapa orang kematian.

Preventif

  • Peliharaan: Pelindungan tanah dari erosi harus dilakukan dengan benar. Penggunaan bahan-bahan anti-erosi, seperti pembersihan lahan dan penataan tanjakan, sangat penting untuk mencegah kehilangan.
  • Manajemen Lahan: Pengelolaan lahan yang tepat juga sangat perlu dilakukan. Ini termasuk memperhatikan intensitas curah hujan dan suhu serta mengatur waktu pemupukan tanaman dengan hati-hati agar tidak terjadi lahan kehilangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *